Hari yang Apes bagi Seorang Pekerja TV

Satu-dua kesialan dalam sehari itu mungkin hal biasa. Tapi kalau kesialan datang bertubi-tubi terjadi dalam sehari, mungkin wetonnya memang kurang pas..

**

Beberapa bulan terakhir gue sedang on the job training di acara talkshow harian yg formatnya live selama 3 jam. Tapi sesuai arahan petinggi-petinggi yg mau acara talkshow ini lebih hidup dan menarik, program diminta ada talkshow on location di luar set studio di kantor, di lokasi yg lebih menggambarkan tema dialog terkait, boleh live, boleh taping.

Selasa kemarin, setelah live program selesai, gue ditugaskan untuk bantu incharge taping talkshow on loc di suatu restoran. Untuk memudahkan dan menghemat waktu proses pascaproduksi, yaitu editing, taping kali ini dibuat run through dan pake sistem. Maksudnya run through, taping dibuat seolah-olah seperti live, harus pas dengan durasi yg sudah ditentukan. Taping juga pakai multicam, tapi nantinya hasil gambarnya tetap satu, karena shot-shotnya yang mana yang mau ditake sudah diarahin oleh program director. Total kru yang terlibat, termasuk cameramen, floor director, lightingman, anak-anak teknik, driver dan lain-lain, sampai hampir 20 orang. Wew.

Seinget gue, baru kali ini gue ikut terlibat taping dengan sistem yang melibatkan orang sebanyak itu. Selama ini kan kalau liputan biasa, paling hanya sama satu cameraman dan satu driver. Atau waktu ikut bantu taping mba Najwa, waktu masih di Mata Najwa dulu, tapingnya nggak pake sistem, paling cuma pakai dua cameramen, kru lain yang ikut paling audiomen, sama produser dan staf produksi (dan driver).

Seperti yang tadi gue ceritain, maksud dari taping dengan sistem yang seperti bawa rombongan sirkus itu kan untuk membantu mempersingkat pascaproduksi, yaitu editing gambar. Jadi nantinya editing nggak perlu pusing menggabungkan gambar dari dua atau tiga kamera, karena sudah jadi satu gambarnya. Jadi hanya perlu memperhalus, dengan merapihkan in dan out gambar tiap segmen atau nambahin sedikit insertan di tengah-tengah dialog. Yaah..paling-paling satu-dua jam kelarlah, ba’da Zuhur udah bisa selesai dan pulanglah.. Tapi ternyata..

Selesai mantau live program hari ini dengan tim, siangnya, gue ditemani anak magang, mau mengedit tapingan dua segmen dialog dan satu segmen cooking yang sudah ditaping pake sistem kemarin, untuk tayang besok pagi. Pas mau mulai edit, ternyata materi video tapingan yang sudah ditaro di external harddisk ga ada audionya. Hard disk program yang dibawa juga nggak bisa diwrite. Akhirnya terpaksa kita (gue dan anak magang), ingest (digitize) materi backup dari kaset. Pas mau ingest dari kaset, VTR untuk ingest di ruangan editor gedung lama ga bs. Kami disuruh coba ingest di VTR yang di gedung ujung satunya lagi.

Oke, udah berhasil. Cobaan berikutnya, editor nggak dapet-dapet sampai sore, karena sibuk semua edit program harian dan program lain. Gue bisa sih kalau cuma insert-insert sedikit, tapi kan belum tentu rapi jadinya dan ga bisa secepet editor. Dan ternyata hasil tapingan juga ga semulus on air live. Ada beberapa yg masih harus dirapiin lagi. Dialog pun ternyata garing karena cuma bisa duduk di meja sambil cerita-cerita. Pake sistem, kamera nggak bisa selincah kamera kalau liputan atau taping biasa. Lagipula nggak banyak yg bisa dieksplor di tempat taping tadi. Artinya perlu banyak insertan dll. Akhirnya baru sore dapet editor yang bisa bantu kami ngedit.

Setelah edit-edit, akhirnya jadi satu segmen. Waktu sudah menjelang magrib, dan ternyata ruangan edit yang kita pake udah dibooking program lain, jadi kita harus pindah tempat. Tempat editing kosong yang tersisa adanya yg komputernya masih baru banget, yg belum ngelink sm server, jadi kita harus copy lg semua materi ke harddiisk external. Namun ternyata Harddisknya error. Ga bisa diwrite. Chief editor bantuin kita cari harddisk lain, namun ternyata kabel harddisknya error. HDE ga bisa kedetect. Akhirnya kita berhasil dpt kabel yg bener dan berhasil copy materi ke komputer baru. Pas mau mulai ngedit lagi, ternyata eh ternyata, komputer barunya nggak ada speakernya.. (-_-)’ Akhirnya kita dicariin earphone. Namun ternyata earphonenya nggak keluar juga audionya. Dan chief editorpun mengutus orang untuk mencarikan speaker di gudang IT.

Waktu menunjukkan pukul 08.09 malam. Hampir satu jam sudah kami menunggu speaker kiriman dari gudang, namun sang speakernya belum kunjung datang.

08.29 Akhirnya sang speaker yang dinanti datang juga. Namun ternyata ujian belum selesai. Audio dari speaker ga bisa keluar juga.

08.58 Chief editor dan editor-editor lain masih berkutat menyetting komputer supaya audionya bisa keluar..dan belum berhasil jua..

Ya salam.. *kuatkanlah hambaa ya Tuhann..😄

*brb bikin transportation request untuk anteran pulang jam 12.30 malem

image

image

2 responses to “Hari yang Apes bagi Seorang Pekerja TV

  1. ijah marijah, apes bgt ya nasib lo, GUA JUGA PERNAH NGALAMIN, tapi untung cuma ngedit 1 segmen aja. BTW itu yg baju putih rambutnya hits abis!

    • Ahahaha, ini jg gw baru kali inii apesnya bertubi2, sampe udh ga bs kesel lg, malah jd ktawa2.. Wooy! Itu yg lo komenin anak magang sekampuang jo ambo! Jgn sembarangan kau! *toyor😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s