Happy 95th Bday Nelson Mandela!

Sumber: ubmnews.com

Sumber: ubmnews.com

Berapa banyak orang kulit hitam yang bisa menjadi saksi langsung perubahan nasib yang dialami saudara sebangsanya dalam satu abad terakhir?

Nelson Mandela sangat beruntung, bisa menjadi salah satu dari sedikit orang-orang itu, menyaksikan langsung revolusi saudara sebangsanya: dari kaum yang dijadikan budak dan dianggap rendah, didiskriminasi, tak jarang mengalami penindasan oleh orang-orang kaukasian, dan harus berjuang dengan susah payah, tak jarang menumpahkan darah, untuk bisa mendapatkan sedikit kesetaraan, hingga akhirnya berhasil mendapatkan pengakuan, duduk berdampingan, bahkan bisa menduduki posisi-posisi penting dan strategis, bahkan di negara-negara yang banyak penduduknya dari ras kaukasian.

Nasib kaum kulit hitam di dunia ini memang berubah drastis di abad ini. Saya ingat satu cerita yang saya tonton di TV, kisah nyata tentang Ruby Bridges, anak kulit hitam pertama yang bersekolah di sekolah kulit putih di Amerika Serikat, pertengahan tahun 1900-an. Atas dukungan ibunya, Ruby Bridges yang ketika itu masih anak-anak disekolahkan di sekolah orang-orang kulit putih di New Orleans demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Ketika itu rasisme masih sangat kental di New Orleans dan Amerika Serikat. Ruby yang masih sangat kecil, harus menghadapi protes dari massa, ia ditolak dengan keras, dilempari, diejek, diancam oleh orang-orang berkulit putih yang menolak penyatuan ras kulit hitam dengan kulit putih. Bahkan di hari pertama, semua murid kulit putih di kelasnya tidak dibolehkan masuk kelas oleh orangtua mereka, dan semua guru kulit putih menolak untuk mengajarnya. Hanya satu guru yang bersedia mengajar Ruby sendirian di dalam kelas, dan ia terus mengajar Ruby sendirian sepanjang tahun. 

Setiap hari Ruby harus terus dikawal selama bersekolah, agar keselamatannya dapat terjaga.

 “She showed a lot of courage. She never cried. She didn’t whimper. She just marched along like a little soldier, and we’re all very very proud of her.” –Former United States Deputy Marshal Charles Burks

U.S. Deputy Marshals escort six-year-old Ruby Bridges from William Frantz Elementary School in New Orleans, Louisiana, in 1960. (Photo: AP Images)

U.S. Deputy Marshals escort six-year-old Ruby Bridges from William Frantz Elementary School in New Orleans, Louisiana, in 1960. (Photo: AP Images)

Diceritakan juga bahwa keluarga Ruby juga mendapatkan tekanan karena keputusan mereka membuat Ruby bersekolah di sekolah kulit putih. Ayah Ruby dikeluarkan dari pekerjaannya, dan banyak tekanan lain dari lingkungan. Namun hal itu tidak membuat Ruby ciut, dia tetap dengan gagah berani berangkat ke sekolah setiap harinya. Keluarga mereka juga banyak mendapat dukungan dari orang kulit hitam dan juga orang kulit putih lain yang tidak mendukung rasisme.

Sumber:  vunzooke.com

Sumber: vunzooke.com

Sumber:  networkleader09.pbworks.com

Sumber: networkleader09.pbworks.com

Sumber: scholasticsdotcom

Sumber: scholasticsdotcom

Sumber:  en.wikipedia.org

Sumber: en.wikipedia.org

Lalu ada juga cerita di salah satu episode di Oprah, ada seorang penonton Oprah, perempuan berkulit hitam, African-American, yang berprofesi sebagai dokter. Ia menyampaikan rasa terimakasihnya pada serial film Cosby Show, film seri komedi tentang keseharian keluarga Cosby, keluarga kulit hitam yang terhormat, berpendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan yang mapan. Suatu gambaran keluarga kulit hitam ideal baginya yang menurutnya belum banyak ada di Amerika Serikat pada masa itu (tahun 1980-an). Di Amerika pada masa itu orang-orang kulit hitam kebanyakan berasal dari keluarga-keluarga miskin, yang dekat dengan kekerasan dan kriminalitas. Gambaran kehidupan ideal keluarga kulit hitam di serial Cosby Show itulah yang membuat perempuan itu lebih optimis dan termotivasi dan  untuk bangkit dari kemiskinan. Ia menjadi yakin bahwa orang berkulit hitam juga bisa mendapatkan tempat terhormat di masyarakat, hingga akhirnya ia berhasil mencapai cita-citanya menjadi seorang dokter.

Sebegitu beratnya perjuangan seorang kulit hitam untuk mendapatkan pendidikan dan hak yang sama dengan kulit putih. Kondisi seperti itu terjadi belum terlalu lama, hanya beberapa puluh tahun yang lalu, bahkan mungkin kakek-nenek atau orangtua kita sudah lahir, pada masa itu.

Kembali lagi ke Nelson Mandela, ia bukan cuma jadi saksi hidup perubahan drastis yang terjadi pada bangsa kulit hitam, tapi Mandela juga pelakunya. Ia juga salah satu yang berjuang aktif melepaskan bangsanya lepas dari belenggu apartheid–sistem pemisahan dan pendiskrimianasian ras kulit hitam dari kulit putih–hingga berhasil menduduki posisi presiden di tahun 1994, dan memimpin jutaan rakyat yang tadinya dikuasai oleh minoritas ras kaukasian, bangsa yang lama menindas saudara sebangsanya, di Afrika Selata How cool is that!

19 Juli 2013 Nelson Mandela genap berusia 95 tahun. Tidak banyak manusia di abad ini yang bisa mencapai usia hampir seabad, 95 tahun. Terakhir berita mengabarkan kondisi kesehatan Nelson Mandela masih kritis, tapi rakyat Afrika Selatan tetap menggelar perayaan untuk memperingati hari kelahirannya untuk menghormati tokoh yang sangat dikagumi dan dicintai rakyat Afrika Selatan. Selamat ulang tahun, Nelson Mandela, Sir!

Nelson Mandela's 95th Birthday Celebration, photo from Instagram's Instagram (Instagramception!).

Nelson Mandela’s 95th Birthday Celebration, photo from Instagram’s Instagram (Instagramception!).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s