Menyikapi Perbedaan

 Aksi Damai 4-11 membuat gw merasa terharu, melihat banyak sekali muslim yg dengan tulus ikut turun dalam aksi 4-11  membela Islam. Ratusan ribu muslim memadati jalanan di jantung ibu kota, dari pagi, siang, berpanas-panas di bawah terik matahari, sampai matahari terbenam. Terlepas dari sebagian kecil massa yang menyuarakan hinaan dan ujaran kebencian, dengan sebanyak itu orang, massa aksi tetap bisa menjaga suasana tetap tertib hingga berjam-jam. Kerusuhan yg terjadi di malam hari, tetap ga mengurangi  respect gw pada ribuan muslim lainnya, yg hari itu tergerak untuk meluangkan waktu, tenaga dan materi buat berpartisipasi di aksi 4-11, meminta Ahok diadili karena dinilai menistai agama. 

Tapi, yang gw kecewa, di media sosial, whatsapp group, dll, mulai banyak orang Islam mencap saudara sebangsa dan sesama muslim sebagai munafik, kafir, dan kata-kata merendahkan lain, bahkan menganggap sebagai musuh yg mengancam, karena memilih meyakini tafsir berbeda dari ayat Al Maidah 51. Bukankah tugas kita sebagai manusia hanya mengingatkan dan hanya Allah yg mampu menilai dan menentukan dosa manusia? Sedangkan terhadap umat agama lain pun kita dianjurkan saling menghargai. Lalu kenapa terhadap sesama muslim yg sama-sama menyembah Tuhan yg sama dan meyakini Rasul yg sama, justru memupuk prasangka buruk dan berniat untuk memusuhi? Berprasangka mereka memiliki niat busuk pada agama dan menggeneralisir seolah mereka semua merasionalisasi kitab untuk kepentingan duniawi, jabatan, dll. Ketika ada teman berbeda yg mengunggah pendapat mereka yang berbeda, atau mengutip ulasan ulama yang memiliki penafsiran berbeda, langsung unshare.

Buat gw, yang gw tau manusia ga punya kekuatan dan juga hak untuk memaksakan keyakinan pada manusia lain. Keyakinan apapun, keyakinan pada Tuhan ataupun tafsir kitabnya. Kalaupun dipaksakan, siapa yang bisa menjamin ketulusannya?  Pada akhirnya, keyakinan itu hak masing-masing manusia, dan manusia itu sendirlah yg akan menanggung konsekuensinya, dosa ataupun pahala. Kita hanya bisa saling mengingatkan, dan ga punya kemampuan untuk menakar dosa-pahala pilihan yg dibuat manusia lain.

Gw pikir, yg sudah jelas, musuh bersama kita semua (siapapun dan apapun keyakinan kita) itu sama, yaitu pihak-pihak yg mendompleng aksi 411 untuk memecah belah bangsa demi keuntungan dan kepentingan mereka sendiri. Naudzubillah.

Semoga lebih banyak muslim yang mau berusaha menghargai perbedaan dan semoga Allah senantiasa meluruskan niat kita dalam setiap pilihan yang kita buat. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s